Menikah adalah ikatan paling sakral dan suci bagi dua sejoli, ada perasaan tenang dan bahagia ketika sang kekasih menjadi satu - satunya dan seutuhnya dimiliki. Bahkan menikah muda sudah di lakukan bak tradisi sedulu kala, ironisnya di zaman maju saat ini menikah menjadi cara untuk ''Memaksakan'' sebuah keadaan, Entah karena murni cinta atau nafsu yang kian menggebu atau ''Kebablasan'' alasan - alasan ini sungguh diluar dugaan yang jelas menikah bukanlah sesuatu yang harus dipaksakan sebab menikah merupakan ikatan paling suci antara manusia dan tuhan dengan janji dan ikrarnya dihadapan penghulu dan keluarga.
Tentu saja aku belum menikah, maka biarlah sudut pandang ''Menikah Muda'' ini menjadi topik yang patut dibicarakan secara logika, tidak hanya menyangkut agama tapi juga menyangkut masa depan dan sebuah impian tersendiri yang kian dilupakan tanpa sadar oleh pasangan sejoli nan sedang dimabuk cinta.
Akhir - akhir ini aku kewalahan mendapat kabar burung dari teman - teman sekitar, Mengapa tidak temanku yang kukenal mendadak akan menikah, sudah menikah dan sudah merencanakan pernikahan meski mereka belum genap memakai toga dikepalanya, ada perasaan haru dan bahagia namun yang mendominasi adalah berbagai pertanyan dikepalaku. Sungguh bukan bermaksud lancang atau terlalu mengurusi hidup manusia, bagiku aku hanya manusia yang dituntut untuk terus berpikir dan terus belajar, maka naluri sebagai anak komunikasi yang gemar mengangkat sebuah topik permasalahan mulai muncul di benakku.
"Kalau sudah nikah nanti kuliahnya bagaimana , lalu cita - citanya?''
ini adalah pertanyaan yang cukup membuatku berdebat dengan diri sendiri, ya bagaimana tidak aku yang menjalin hubungan atau aku yang semester lalu jomblo - pun ikut kewalahan mengurus diri dan rentetan schedule dari kampus, jangankan aktifitas ringan, biaya hidup pun aku masing menadah pada orang tua, bukan sungkan meminta sang kekasih melainkan kami sama sama si miskin yang masih bergantung pada orang tua, kata hati ingin mendapatkan seorang kekasih dengan kebebasan finansial tapi.. apa daya, kita berencana tuhan berkehendak.
ini adalah problem yang cukup krisis aku pikirkan, di umur yang sama sepertiku mereka benar - benar ''Siap'' untuk menikah dengan status sama dan garis kehidupan yang sama.
Apa gara - gara tittle ''Menikah muda selain memberantas sex bebas bisa jadi pilihan agar terhindar zinah ? atau memperlancar sebuah rezeky''. sungguh antara setuju dan tidak setuju menyikapi sebuah status bahwa menikah bisa menghindarkan segalanya, sebab bagiku dari pacaranlah zinah dimulai, zinah - zinah kecil yang berawal dari mata lalu turun ke hati, berpegangan tangan dan seterusnya, maka menikah setelah ber-pacaranpun bukan sebuah pilihan terlebih saat kedua pasangan belum benar - benar siap menyikapi seluruh hiruk piruk dalam berumah tangga. Iya sebab aku sebagai anak dari kedua orang tuaku cukup melihat bagaimana kami kewalahan dalam mengurus dan membagi finansial, lalu menikah muda apakah sebuah solusi jika keduanya masih sama - sama merupakan tanggungan orang tua ? bahkan ironinya keduanya belum genap menyelesaikan pendidikan ? tentu kuliah bukanlah jawaban agar selesai kuliah setelahnya kita nikah, kuliah/pendidikan adalah salah satu tangga untuk mencapai impian dan mendapatkan ilmu yang lebih, sangat disayangkan atau tidak ?
....
....
....
Hari itu perdebatan muncul saat aku dan mama menaiki mobil yang dipesan secara online dengan supir yang komunikatif dan sangat ramah, kira - kira percakapannya seperti ini.
...
...
...
"Neng masih kuliah ? kuliah dimana ?''(gumamnya dengan ramah).
" Di ......... jurusan hubungan masyarakat hehe''(jawabku dengan sigap).
"yah,.. kuliah dimana saja itu sama neng yang penting ilmunya berguna selesai kuliah supaya kerja ya, ya kalau takdir tiba - tiba ada yang lamar dan menikah juga gak apa - apa ya neng hehe'' (candanya ringan).
...
(tiba - tiba mamah menyelah percakapan kami)
''Ah.. jangan dulu menikah pak, saya berharap dia bisa bekerja dengan baik, mengejar cita-citanya aja dulu perjalanan masih panjang dan tentunya masih banyak yang harus diraih'' (ucap mamah dengan bersungut - sungut).
.....
''Hehehe bu kan saya belum beres tadi kalau si eneng ditakdirkan menikah dengan... orang yang sudah mapan nah baru boleh bu, entah akan kembali mengejar mimpi atau tidak itu sebuah pilihan yang jelas sih saya juga berharap kuliah dulu menikah nanti sebab sudah menikah bukan lagi mata kuliah yang dipelajari semua ilmu akan dipelajari ha ha'' (jawabnya ringan sekali)
...
"Oh.. iya pak haha tapi sih kuliah dibereskan dulu sebab menikah bukanklah perkara mudah menjalaninya yang jelas kerja dahulu raih pengalaman hidup sebanyak mungkin'' (tutur mamah kala itu).
...
...
...
Dari sinilah bahwa memang menikah bukan tentang ijab kabul dan photo prewed agar dipajang di media sosial bukan juga agar status halal saja, menikah yang jelas lebih beraturan dan yang terpenting ketika keduanya telah benar - benar siap, bukan hanya mental dan fisik tapi siap secara finansial dan tanggung jawab akan perannya nanti, peran menjadi orang tua dan mandiri akan segala hal.
inilah yang aku khawatirkan dari menikah muda, ketika hanya siap secara mental dan fisik namun belum siap secara ilmu dan keadaan bisa menjadi boomerang, kalau dalihnya ''Ah nanti belajar parentingmah gampang sesuai kondisi aja kalau punya anak, kalau keuangan masih maklumlah ada orang tua, sementara tinggalnya dirumah orang tua aja nunggu kita sukses''. Duh! ininih yang buat aku gereget sendiri, kalau sudah menikah bukan masalah ''Gimana nantinya!'' tapi benar - benar harus dipersiapkan segalanya, tidak hanya tahu karakter pasangan masing-masing tapi juga siap dewasa dan menjadi fondasi bagi bahtra rumah tangganya, tanpa kalian sadari entah orang tua berkata bahagia dengan pernikahan dini tetap saja ada rasa yang kurang, kurang ketika anaknya belum sepenuhnya memberikan kebahagiaan yang hakiki untuk orang tuanya, iya kalau suksesnya cepet setelah menikah, nah kalau belum? .. sekali lagi menikah muda perlu pertimbangan terlebih menikah butuh persiapan segalanya, butuh kedewasaan. Membangun dari nol adalah sebuah tantangan tetapi jika setengah - setengah dan belum memiliki kebebasan secara finansial dan perhitungan hidup akan makan dari mana? atas nama cinta, tentu tidak.. maka menikah sebelum wisuda atau menikah sebelum mandiri adalah kesalahan yang akan terasa sesal di akhir, akan ada rasa dimana fokus kita menjadi bercabang, tentunya untuk laki - laki dan wanita, zaman semakin pesat dan kekinian biaya semakin meningkat dan kita dituntut untuk mencukupi segalanya yang terlihat maupun tidak terlihat.
....
....
....
Wanita dan laki- laki (calon pasangan sejoli) adalah guru yang pertama bagi anak-anaknya kelak maka persiapkanlah itu bukan karena ''Nanti" sebab dari sekaranglah belajar sebab mendidik anak bukanlah perkara mudah, sungguh aku sudah lumayang belajar parenting dalam mendidik anak sebab zaman begitu pesat jangan sampai kita terbawa arus yang tidak baik, walau aku belum mempersiapkan aku rasa sebagai wanita dan calon orang tua kelak aku perlu menjadi pendidik yang baik bagi generasiku kelak bukan hanya cinta semata yang entah dari mana mulanya, anatar nafsu atau bisikan setan atau memang takdir maka pesanku untuk kalian berhentilah MENGELUH sebab keluhanmu tak selelah orang tua mengais rezeky untuk membiayai kalian agar impian dan cita - cita kalian terwujud, setidaknya harapan mereka hidup kita lebih baik dari hidupnya, sesederhana itu kasih sayang orang tua kita namun benar-benar indah bukankah dengan kita menyerah pada keadaan seakan kita menghancurkan mimpi-mimpi mereka juga.
Pendidikan memang terasa tidak terlalu penting tetapi sangat berdampak bagi kedisiplinan dan pola pikir hidup kita, Dan ingatlah teruntuk kalian yang sedang merencanakan pernikahan muda, tak ada maksud menggurui disini tetapi mengingatkan dan mendoakan, menikahlah jika kalian benar-benar siap akan segalanya dan siap akan tanggung jawab baik buruk dalam setiap keputusan, jangan tentang impian sebuah pernikahan bak negeri dongeng ingatlah mimpi kecil kalian, yang aku yakin bahwa mimpi kalian sedari kecil adalah membahagiakan kedua orang tua kalian atau keluarga, peganglah erat-erat mimpi itu dan teruslah kenang selalu perjuangan orang tua dalam menghidupi anaknya, terlebih membiayai sebuah pendidikan bukanlah harga yang murah bagi kelas menegah kebawah, tentu menikah muda bukanlah solusi terbaik, menikahlah ketika kalian benar - benar siap akan segalanya..





